Kamis 30 November 2006

Kita Harus Ganti Nama!

Namaku Sutrisno. Hanya satu nama. Panggilanku Trisno, Tris, dan No. Akhirnya aku memiliki nama belakang sebagai nama keluarga dan jadilah Sutrisno Legowo. Nama belakang diambil dari ayahku yang aku catatkan ketika kuliah ke Los Banos Filipina. Baca terus →

Rabu 29 November 2006

Nguping

Ingin aku lepas dari jejalan lamunan dan fantasi itu. Tapi gagal. Kucoba melepaskan diri tetapi semua ingatan itu sudah menjelma sebagai gurita amis yang belalainya menangkapku. Aku ingin bebas, lalu membunuh teknisi homo itu. Baca terus →

Minggu 8 Oktober 2006

Setiap Pagi di Stasiun Kalibata

Aku naik dia juga naik. Aku pakai kemaja putih dia pakai blus putih. Aku pakai baju biru dia pakai baju biru. Kami saling tatap lalu mengangguk dan tersenyum.

Baca terus →

Jumat 6 Oktober 2006

Membunuh Tetangga

Dia menyebalkan. Setiap pagi memutar dangdut. Kencang sekali. Pintu rumah di ujung petak dia buka, suara langsung menyeberang ke jendelaku. “Bang SMS siapa… ” ah kurang ajar, itu terus yang diulang.

Baca terus →

Sabtu 30 September 2006

Kopdar

Ini pertama bagiku. Kopi darat. Aku ingin segera bertemu dengannya karena dalam sebulan merasa sudah akrab. Aku setiap hari mengunjungi blognya. Dia juga mengunjungi blogku. Padahal aku dan dia sama-sama tidak rajin update karena tidak setiap hari ada ide. Setiap hari aku chatting di Y!M dengannya.

Baca terus →

Rabu 27 September 2006

Memanjat Genting

Aku ingin ke sana. Ke puncak atap. Melihat sekeliling. Untuk berteriak. Sudah 20 tahun kuangankan. Tak pernah kesampaian. Orang-orang sialan itu menahanku, menghalangiku. Berbahaya, katanya. Berlumut dan licin, katanya. Kalau jatuh bagaimana, katanya.

Baca terus →

Minggu 17 September 2006

Cerai Karena Rokok

Bau rokok. Tepatnya rokok putih. Bikin rumah semakin tak nyaman. Sudah tiga tahun. Budi tak nyaman dengan semua itu. Dulu ada janji sebelum menikah, Tati akan berhenti merokok. Nyatanya tidak. Pernah mengurangi tapi kemudian menjadi lagi.

Memang, Tati pembersih. Tak pernah ada asbak dengan puntung menggunung dan kaca meja bertaburan abu. Tapi bau itu. Bau asap rokok putih itu.

“Tiga tahun aku dihina, dicuekin, nggak diturutin. Konsensus udah dilanggar. Gara-gara merokok dia susah hamil,” Budi menyumpah dalam hati. Baca terus →

Rabu 13 September 2006

“Tetekku cakep nggak, Mas?”

“Tetekku cakep nggak, Mas?”

Kancing blouse itu kau buka. Lalu blouse itu, yang kau sampirkan di sandaran kursi. Semua dalam gerak wajar tanpoa niat menggoda. Tak bergegas seolah diintip. Tak berlama-lama seperti striptease.

Tinggal bra. Lalu kau balik badan. Tanganmu membuka kancing belakang. Tak kunjung bisa. “Tolong dong, Mas,” pintamu. Baca terus →

Senin 11 September 2006

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!