Sabtu 30 September 2006...19:21:32

Kopdar

Lompat ke Komentar

Ini pertama bagiku. Kopi darat. Aku ingin segera bertemu dengannya karena dalam sebulan merasa sudah akrab. Aku setiap hari mengunjungi blognya. Dia juga mengunjungi blogku. Padahal aku dan dia sama-sama tidak rajin update karena tidak setiap hari ada ide. Setiap hari aku chatting di Y!M dengannya.

Kadang kami bertukar kabar via email. Oh ya selain cerita lucu kami juga bertukar hyperlinks situs porno berisi gambar-gambar superhardcore dan video panas medidih. Gambar dan video cantik yang menimbun nafsu dalam dirinya dan ingin melepaskan beban berahi dengan pria tegap berpenis besar panjang. Wanita-wanita cantik yang haus sperma hangat…

Hari ini kami akan kopdar. Pukul lima seperempat aku berkaca di toilet kantor. Aku malu kalau tampak terlalu rapi, seolah terlalu mempersiapkan penampilan sehingga akan tampak kurang percaya diri.

Ah cukuplah aku tampil biasa saja. Kemeja kuning muda, celana denim yang washed out. Setiap Jumat kantorku membolehkan jeans. Tak perlu wewangian karena Hugo Boss tadi pagi pastinya masih melekat. Sedikit melekat.

SMS darinya datang, “Jadi gak? Gw sgr ke Cilantro. 15 mnt lg smp.” Aku tersenyum. Lalu merapikan rambut. Sempat aku membatin sexy nggak sih dia? Kami belum pernah bertukar foto. Tapi arghhh fantasi dari gambar dan video di situs porno alangkah menggairahkannya.

Dalam taksi aku melamun. Situs-situs itu membuatku isi celanaku menggeliat. Wanita putih cantik dengan tubuh berkilat peluh, bulu kemaluan terpangkas rapi, payudara kenyal yang bergoyang saat menyetubuhi pria, ekspresi liar ganas saat mengejar orgasme, jerit antara sakit dan nikmat kala nikmati sensasi juluran penis dalam anus, semburan sperma panas yang mengguyur wajah berlipstik, tetesan sperma di ujung lidah.

Aku menyukai wanita-wanita Vivid seperti itu. Mereka muda, kencang, bergairah. Tiga lubang dalam persetubuhan bukan pantang. Ass-to-mouth adalah sensasi semua video masa kini. Aktris yang tak mau anal sex dan menolak minum muncratan sperma akan tersingkir, secantik apapun mereka.

Aku tiba di Menara BNI. Naik lift. Sampai depan Cilantro aku menelepon dia: “Loe di mana?”

Ah ya di ujung sana. Dia menengok lalu berdiri. Tingginya setara aku sekitar 170 cm, tapi tak tamnpakkan usia lebih tua lima tahun dari aku. Kami bersalaman, saling memegang bahu.

Dia gagah, tampan, tegap, sexy. Berkumis dan berjenggot. Johan namanya. Tiga puluh lima usianya. Manajer sebuah bank di Jalan Sudirman.

2 Tanggapan


Tinggalkan Balasan